Minggu, 19 Oktober 2014

Ngebolang di Permindo Raya, Padang



Haduh, sebenernya gw mau ngeblog kemaren. Nulis pengalaman pertama gw naik TransPadang. Iya dong, bukan cuma di jakarta doang yang punya TransJakarta, padang juga punya. *LOL*

Padang memiliki banyak halte pemberhentian yang muaranya itu di Pasar Raya Padang. Dan FYI, tempat muternya itu di perbatasan Kota Padang sama Pariaman. Kebayang dong kalau kita seandainya naik di depan UNP yang busnya jalan ke arah pariaman, jauh muternya. Tenang, gw gak naik disana kok, gw naiknya di halte deket Basko Grand Mall.


Jadi ceritanya kemaren itu gw mau hunting  foto buat tugas Media Pembelajaran. Ada dua (materi) yakninya fotografi analog (kalau gw make kamera camex 35 FMD) dan fotografi digital (samsung st77). Yosh simak ceritanya.



Awal perjalanan kami -ya gw bareng 3 orang temen- bermula dari halte Basko Grand Mall. 


Cara naiknya sama dengan naik angkot atau bus biasa, kagak perlu ada ritual tertentu buat naikin ini bus. Tapi ya itu, bedanya sama angkot/bus komersial biasa adalah mengenai tempat duduk serta kenyamanannya. Okeh, tempat duduk. Jangan harap lu yang masuk belakangan bakal dapet tempat duduk langsung. Biasanya -kata temen gw- yang masuk belakangan itu bakal berdiri bentar sampe ada orang yang turun di halte berikutnya, nah kalau udah ada kursi yang kosong boleh deh lu duduk disana. Tapi dahulukan orang tua, wanita yang hamil, orang dewasa yang ngebawa anak beserta sederetan aturan lain yang bakal ngebuat rasa hormat lu sama orang lain naik -dan intinya lu gak bisa duduk di kursi dan berdiri sampe halte tujuan lu-. Trus kalau nyaman? Buat gw TransPadang udah nyaman kebanding angkot atau bus komersial biasa. Tau kan angkot/bus padang gimana? Hebohnya minta ampun, jadi buat sobat yang kepengen suasana tenang selama perjalanan boleh deh coba naik ini TransPadang.

Untuk ongkos, TransPadang mematok dua jenis ongkos. Terbagi atas ongkos umum -Rp. 3500,00- dan ongkos anak sekolahan -Rp. 1500,00-. Nah, buat sobat yang make baju umum boleh deh ngeongkos Rp. 3500,00 walau sobat sendiri pelajar. Makanya pake baju sekolah. *eeh Ini nih penampakan tiket perdana gw.


Buat aturan-aturan dan suasana di atas TransPadang, boleh deh di cek foto-foto di bawah.







Kami turun di halte Permindo/Pasar Raya Padang, tepatnya di depan SMP Negeri 1 Padang. FYI ini SMP disebut-sebut sebagai sekolah salah satu proklamator kita yaitu Bung Hatta. Bangga dong mereka yang sekolah di SMP ini. Okeh, ganti topik. Topik selanjutnya muter di Permindo. Sekedar sobat tahu, Pasar Permindo merupakan pasar yang bersebelahan dengan SMP Negeri 1 Padang dan di dalamnya terletak juga bioskop. Entah apa namanya, gw lupa. Okeh lupain. Pasar Permindo keadaannya sama dengan pasar tradisional di daerah lainnya. Becek, rame, sumpek, dari barang dagangan harian sampe musiman ada disini. Mulai dari dagangan pegunungan sampe dagangan lautan komlit disini. Kecuali ikan hiu, pari, paus, kuda laut, kuda, singa, gw berani bertaruh itu gak ada di pasar ini.

Pasar Permindo menyambut pengunjungnya dengan adanya tugu Permindo yang letaknya di kawasan SMP Negeri 1 Padang. 


Keren kan? hahah
Salah satu spot favorit gw di pasar ini adalah gonjong pasarnya. Walau gak kerawat, entah kenapa ini foto favorit gw. Mungkin emang karena gw suka gonjong gitu ya. Sayangnya ini pasar sama keadaannya sama Pasar Putiah yang ada di kawasan Pasar lereng Bukittinggi, gak kerawat dan udah sepi pengunjung. Namun inilah uniknya gw, ngambil spot yang orang bahkan gak merhatiin sedikitpun. Begini fotonya. Cuma satu. Just One.

Dan setelah ngunjungin beberapa tempat yaitu Kampung Cina yang ada di kawasan Pondok, Padang, gw beserta temen-temen shalat di salah satu masjid dan sehabis itu kami capcus pulang dan berakhir di masjid ini -karena kami huntingnya pisah-.

Dan tiba saatnya gw pulang, gw pulang naik angkot. Udah itu aja perjalanan gw kemaren -18 Oktober 2014-. Btw, tugas fotografi gw kelar! Dan masalahnya gak tau mau nyuci klise/film analognya dimana. Hahah LOL. Okeh bye bye kawaaan. Selamat menikmati. Sampai Jumpa pada tulisan gw selanjutnya.

----------------------------------
Ps : semua foto gw yang ambil.

Rabu, 24 September 2014

Introspeksi dulu sebelum mengeluh karena banjir!!

Setelah melihat keadaan yang terjadi dan mengingat kembali obrolan salah seorang pengunjung jakarta di warung saya di kampung tahun lalu, agaknya tangan saya mulai gatal untuk menulis tentang ini.

Hari ini hujan lebat mengguyur kota padang. Dan tak ayal lagi banyak yang mengatakan "Aah banjir lagi, banjir lagi. Pemerintah ini gimana sih? Urusan jalan sama irigasi itu dibenerin dong. Masa' banjir terus" -begitulah saya tutur kembali ke dalam bahasa indonesia agar banyak yang ngerti-. Lantas saya berpikir, begini ceritanya jalan pikiran saya.

Dalam perencanaan bangunan, telah diputuskan bahwa bangunan itu harus dibangun sekitar 1,5 meter minimal dari garis tepi jalan. Ingat, ini namanya garis sempadan bangunan. Dimana walaupun tanah yang dimiliki itu sampai ke tepi jalan, namun untuk membangun sebuah bangunan, pagar harus berjarak 1,5 meter minimal dari tepi jalan. 

Lalu, untuk sebuah bangunan ideal yang cocok untuk iklim tropis Indonesia yang sering turun hujan, maka sebelum membangun, pastikan bahwa bangunan itu lantainya setidaknya ditinggikan 30-50 cm dari muka tanah. Hal ini bertujuan agar jika banjir, rumah akan aman dan tidak kemasukan air. Kalau perlu ya lantainya ditinggiin sampe 1 meter biar aman. XD

Trus hal yang sampe sekarang membuat bingung yakninya adalah masalah irigasi. Untuk irigasi, di setiap rumah yang akan dibangun harus mempertimbangan adanya irigasi yang cukup agar nantinya sirkulasi air berjalan lancar. Namun apa yang kita lihat? Saluran irigasi yang terdapat di depan rumah atau bangunan dipenuhi oleh sampah rumah tangga -karena kebanyakan penduduk memanfaatkan selokan untuk membuang sampah, fakta kan?-. Dan saluran irigasi ini seharusnya berada 1 meter di bawah muka jalan. Artinya, saluran irigasi tidak terletak sejajar dengan muka jalan, namun saluran ini terletak di bawah muka jalan, digali dulu areal di sekitar jalan yang akan dibangun trus ditimbun. Itu idealnya.

Dari banyak hal di atas, apa korelasinya dengan banjir? Yuk simak satu-satu.

Garis sempadan bangunan yang berjarak 1,5 meter dari tepi jalan itu udah aturan pemerintah guna menertibkan bangunan. Selain dari segi estetikanya, garis sempadan ini juga berfungsi untuk pengamanan pada bangunan apabila suatu hari nanti terjadi bencana yang berkaitan dengan jalan, semisal banjir. Dan garis ini kebanyakan berfungsi sebagai trotoar jalan, tempat buat pejalan kaki itu lo. Di kota besar dan kota yang saluran irigasinya bagus, trotoar ini dimanfaatkan untuk; pertama ya trotoar, dan coba deh perhatiin di bawah trotoar itu ada saluran irigasi. Nah kalau garis sempadan ini diabaikan, ya itu! Banjir kan bisa aja terjadi dan langsung mengalir ke rumah.

Trus, kita lihat di opsi kedua. Masalah tinggi lantai bangunan yang ditinggikan sekitar 30-50 cm dari muka tanah. fungsinya agar kalau terjadi banjir, airnya ini gak masuk rumah. Kebayangkan? Kalau semisal ada banjir yang gak terlalu tinggi ya airnya gak masuk ke rumah. Aman. 

Nah, bagaimana dengan banjir yang tingginya itu sampe 1 atau bahkan 2 meter itu?

Itu hubungannya sama opsi ketiga. Yakninya masalah irigasi. Selain membangun saluran irigasi 1 meter di bawah muka jalan, tiap-tiap kota ataupun kabupaten pasti memiliki saluran irigasi terpusat seperti kalau di jakarta waduk gitu. Kalau di sini kita kenal namanya "Banda Gadang", di Lampung namanya "Ciling". Bener kan? Fungsinya apa? Agar air yang berasal dari selokan-selokan bawah tanah itu dapat mengalir lancar ke pusat air seperti danau, sungai, bahkan laut. Namun selokan -saluran irigasi- bahkan saluran terpusat -seperti sungai,- yang ada di sini malah dipenuhi sampah. Kebayangkan kalau isinya sampah, air mau lewat kemana coba? Apa bisa itu air lewat padahal saluran mereka kesumbat. Jadi pilihan mereka ya menguap dan malah memenuhi badan jalan dan perkampungan. Banjir kan?

Dan yang saya lihat disini juga ya itu, adanya jalan yang tidak rata. Seharusnya ya, jalan itu rata. Gak ada yang cukam ke tanah, dan gak ada yang menggunduk melawan gravitasi. Oke, kalau ada yang ngebantah bahwa setiap tahun jalan mengalami penurunan karena memang sifatnya tanah seperti itu. Bergerak dan gak stabil. Pasti ada penurunan muka tanah. Namun, ya ituuuuu. Setidaknya 3 aspek utama di atas dapat menjadi pertimbangan bagi kita agar introspeksi diri sebelum mengeluh karena banjir. Dan buat yang mau ngebangun rumah atau mau ngebeli rumah, setidaknya  garis sempadan, tinggi lantai dari muka tanah, dan saluran irigasi patut dipertimbangkan. 

Agar bangunan yang anda huni itu aman dari banjir. Dan gak mengeluh nantinya. Pikirkan, bahwa Tuhan gak pernah mau kok ngasih banjir ke kita. Namun kita sendiri lah yang menciptakan banjir itu. Makanya introspeksi dulu sebelum mengeluh.

Sekian, semoga menginspirasi. Silahkan share apabila bermanfaat. :)

Minggu, 14 September 2014

Sajak Pohon

Sejenak ingin ku menjelma menjadi sebatang pohon.Rimbun. Memberi arti bagi sekitar.Rimbun. Bermanfaat. Bukan sebagai parasit.
Ini bukan pandangan skeptis semata.Ini bukan omong kosong.Ini realita.
Tak tampakkah bagi kalian sang pohon itu tak pernah menjadi parasit?Dialah yang menjadi inang.Selalu berarti bagi sekitar.
Mereka tak pernah mengeluh.Bahkan ketika tubuh mereka mulai menua.Tak ada keluh kesah.

Tak tampakkah bagi kalian sang pohon itu tak pernah menghujat walau keadaan memaksa?Mereka akan selalu memberi asupan oksigen untuk kita bernafas.Hingga akhir hidup mereka.
Hingga dedaunan pada tubuh mereka mulai gugur.
Dengan pengorbanan seperti ini masihkah kita pantas untuk memaksa? Menghujat? Menganiaya mereka yang berkorban menghidupimu?Mereka alat Tuhan bagimu untuk mampu bernafas.
Tanpa mereka apa jadinya hidup ini?Relakah kalian melihat mereka satu persatu musnah? Hingga tak ada lagi oksigen yang dihasilkan mereka?Relakah? Mari kita bermenung.


Menghadirkan siluet indah




Senin, 25 Agustus 2014

Ikimono Gakari - Kaeritakunatta Yo

Kali ini gw mau ngereview musik salah satu band dari Tanah Sakura Jepang yakninya Ikimono Gakari. Ikimono Gakari merupakan salah satu band Rock asal Jepang yang beranggotakan -seperti gambar disamping-  Yoshiki (gitar dan vokal), Kiyoe (vokal), dan Hotaka (gitar dan harmonika). Untuk review kali ini gw bakal bahas sedikit tentang lagu yang berjudul "Kaeritakunatta yo".

Mungkin buat penggemar band ini atau yang disebut Gakarian pasti udah kagak asing lagi sama ini lagu. Single yang rilis 16 April 2008 ini bertemakan -sesuai dengan judulnya- kerinduan akan rumah. Aku ingin pulang. Begitulah artinya siih. Bukan hanya rumah, ada seseorang yang menunggu di kota asal. Hmm mungkin lebih tepat ya "Aku ingin pulang untuk kau yang menunggu di kota itu, tempat dimana kita pernah bersama" eaaaaaaaaaa


Dari segi komposisi musik, lagu ini cukup tenang untuk didengerin. Easy going. Tapi sih kalo didengerin dalem-dalem, pasti bakal nangkep suasana atau feel akan kerinduan untuk pulang. Yap, selain komposisi musik yang keren, lirik yang penuh arti juga merupakan salah satu keunggulan lagu ini. Gw sih ngedengerinnya yang acoustic version aja sob. Soalnya selain enak didenger, liriknya juga jelas buat didenger kok sob. Jadi selain nikmatin lagunya, sobat bisa juga belajar aksen bahasa jepang. Haha okeh! Seperti review sebelumnya sih, gw gak bakal ngasih rating, karena gw gak ahli di bidang ini kan. 

Buat yang mau cari referensi musik yang enak buat didenger, lagu ini rekomendasi dari gw. 

Jarang-jarang gw ngasih cuplikan lirik. Lirik di bawah merupakan lirik yang paling dalem lah maknanya. Inget ya cuma cuplikan. Hmm Lirik seutuhnya bisa dilihat di sini


Romanji Lyrics


Kaeritakunatta yo, kimi ga matsu machi e
Kakegae nai sono te ni ima, mou ichido tsutaetai kara
Kaeritakunatta yo, kimi ga matsu ie ni
Kiite hoshii hanashi ga aru yo, waratte kuretara, ureshii na


English Translation

I want to go home now, 
back to the city where you wait for me
I’ll grab that irreplaceable hand now 
and tell you once more
I want to go home now, 
back to the house where you wait for me
I’ve got a story I want you to hear 
and I’ll be glad if it makes you smile


Indonesian Translation

Aku ingin pulang sekarang, 
kembali ke kota di mana kau menungguku
Aku akan mendekap tangan yang tak tergantikan sekarang 
dan memberitahumu sekali lagi
Aku ingin pulang sekarang,
kembali ke rumah tempat kau menungguku
aku punya cerita, aku ingin kau mendengarnya 
dan aku akan senang jika itu membuat kau tersenyum
*****