Senin, 09 Februari 2015

[Viandante] Marapi.Mt +2891 mdpl


Foto Bedi Septia Candra


Awal semester ini merupakan awal yang menurut sayaawal yang "lumayan". Pertemuan dengan beberapa dosen di beberapa mata kuliah selalu saja berhadiahkan tugas yang harus dikumpulkan pada minggu berikutnya. Ah, rasanya ingin kembali libur. Tapi, ini baru awal semester empat yang katanya berisikan hal-hal imajinatif. Bah.

Namun, di samping ke-ruwetan tugas, jum'at (6/2) saya mendapatkan tawaran mendadak dari temen kamar sebelah. Ah, ini adalah impian. Ngedaki gunung Marapi, atap dari Sumatera Barat.

Perjalanan dimulai sekitar pukul 23.20 WIB. Bermulai dari rumah kos yang sederhana di salah satu komplek kos Air Tawar Barat. Bah, cukup dingin. Dengan persediaan

Minggu, 25 Januari 2015

[Viandante] Tarusan Kamang

Karena ini perjalanan sang musafir di awal tahun. Kami sengaja berpose sederhana menyambut tahun baru. 

Gila aja, udah hampir menyambut bulan kedua. Hahah liburan emang kagak kerasa.

Kali ini gue bareng 3 temen melancong ke tarusan kamang, yang terletak di Kamang. Sip, cari aja deh di google yang lengkapnya.



Wisata Tarusan Kamang merupakan salah satu destinasi andalan di daerah Kamang Mudiak, Kabupaten Agam. Sumatera Barat. Sip, ini destinasi keren. Danau-nya. Tolong garis bawahi danaunya. Kalau lingkungan sekitarnya gue kasih nilai B-. Kalau buat danaunya, gue kasih nilai A. Sip, itu danau keren abis. Bening coy. Ya, foto di atas gue caplok dari wikipedia. gapapa kan? Gue pergi tanpa persiapan. hape cuma hape abal-abal. LOL But, kalau mau foto-foto lain bisa di search di sini 

Oh iya, yang gak bisa gue lupain, kalau jalan-jalan pastinya gue ngasih tips kan?
Nah, tips jalan-jalan ke tarusan kamang ini yaitu.

1. Berangkat ke destinasi ini, usahain pakai motor. Atau kalau rombongan pake aja mobil mini-bus semacam Avanza atau Xenia, APV juga bisa. Karena apa? Menuju destinasi ini melalui rute yang cukup sempit, jadi kalau make kendaraan yang lumayan besar ditakutkan akan mengganggu pengunjung lainnya. Jadi tetep toleransi ya.

2. Tiket masuk ke destinasi ini. Rp 10.000,- / kendaraan. Ini bukan tiket masuk sih, tapi semacam uang perawatan buat masyarakat di sini. Ya, danau ini gak dikelola secara legal oleh pemerintah Kabupaten, tapi karena kesadaran masyarakat di sini, gak salahnya kan kita berdonasi seharga yang disebutin tadi. Inget, uang yang kita bayar cuma satu kali. Jangan ngasih uang dua kali. Pastikan, kalian membayar di dekat mushalla., Sip, cari mushalla.

3. Buat makan, usahain bawa makanan sendiri. Sob, biasa kan. Kalau di objek wisata biasanya makannya agak mahalan dikit. Jadi, ya gitu, usahain bawa makanan dari rumah atau tempat makan lain yang murah, trus makan deh di sini.


Tapi, jangan lupa.
Tetep jaga kebersihan ya guys.

Segitu aja dulu sob. Maap sedikit. Karena memang gak ada persiapan. Dan di bawah gue bakal nyantumin beberapa foto kami. Semoga berkenan, mohon gak berpikiran apa-apa. LOL









Salam Absurd.

Selasa, 13 Januari 2015

[Kutu Buku] The Last Show with SS Rahmi

Bagiku, sebundel benda mati yang sarat nyawa bernama buku itu lebih baik ketimbang seikat benda hidup yang membawa sengsara. 

Ya, saya-pun mulai membaca buku fiksi semenjak umur 10 tahun. Teringat jelas buku pertama yang saya baca adalah The Prophet - Kahlil Gibran. 

Untaian kata dan berpadu gambar-gambar eksotis memang bukan makananku kala itu. Namun apa kata, kecintaanku pada buku justru bermula dari buku ini. 

Lalu mari kita mulai menyebut beberapa judul buku bacaan yang telah saya tamatkan semenjak SMP, Laskar Pelangi dan beberapa buku kembarannya, Ketika Cinta Bertasbih, Hex Hell Trilogy, dan banyak buku lainnya. 

****

Hingga kini, saya mulai mengasah beberapa kebiasaan aneh yang susah untuk kuhentikan jika telah memegang sebuah buku menarik. Ya, membaca tanpa henti -kecuali untuk makan dan minum-. Biasanya saya kalau sudah membaca buku yang menarik, entah itu buku dongeng, thriller, horor, fiksi, historical, dan macam buku lainnya, entah kenapa rasanya tidak ingin melepas buku itu meski sebentar. Ya terkecuali hal-hal absurd di atas.

Membaca buku tak harus buku sendiri, dan tak harus di perputakaan. Ya, itulah mindset yang saya tanamkan semenjak kecil. Tak ayal, pustaka maya, adalah tempat favorit saya untuk membaca berbagai buku. Bisa emang? Ya bisa, bisa cari e-book buku yang bermanfaat, ini namanya pustaka maya.

****

Telah setengah tahun

Senin, 05 Januari 2015

Aku pulang. Sampai Jumpa di Semester Depan.

Aku masih terdiam dalam lembaran kisah yang belum tahu akan berakhir dimana. Meninggal jejak dalam derai hujan yang tak tahu kapan akan berhenti. Jika kau berpikir, "Ah dia lagi galau, dan mungkin sedang menangis." Kau salah. Ini bukan salah satu sifatku untuk bercerita tentang galaunya perasaan. Tapi pernahkah kau berfikir, "Dia kenapa?" atau "Ada apa dengan dia?".













****

Ah anggap saja paragraf di atas hanya sebatas tulisan tanpa makna. Bukan sifatku untuk merefleksikan kekurangan. Mari kita sejenak berfikir tentang kecoa. Terlunta dalam kekotoran. Mungkin tak seorangpun yang suka dengan kecoa. Busuk. Mengganggu.

Begitu pula halnya dengan manusia yang bersifat kecoa. Saya tidak menyindir atau menghina, tapi bagaimanapun seseorang yang berperilaku baik di depan. Terserah memiliki sayap atau antena di kepalanya. Jika dia busuk di belakang dan pengecut, apalagi menebar virus aneh dan menjijikkan, percayalah, kau takkan lama hidup dalam bahagia.

****


Sejenak bungkus relaxa itu ku buang dalam keranjang sampah yang sudah mulai lusuh. Aku bukan penikmat permen. Sesuatu yang terlalu manis buatku bisa saja itu racun bagi kepalaku. Glukosa tinggi tak menentukan bahwa aku menyukainya. Bagiku, semua yang manis itu ada kadarnya. Mungkin karena kau tak terlalu manis, tapi bisa ku katakan manis sehingga musabab membawaku untuk ikhlas mengagumimu.

****

Sendal jepit itu masih membelanga di belakang pintu keluar kamar. Masih menunggu pemiliknya. Sabar ya, saya akan pulang. Dan tetaplah beristirahat dengan tenang selama satu bulan ini. Bukan apa-apa, di rumah, aku juga memiliki satu. Dan kau mungkin akan kuistirahatkan satu bulan ini. 

****



Ingatan indah kemarin masih melekat rekat dalam ingatan. Bagaimana ekspresi dosen itu masih jelas dalam rekam. Ya, bisa dikatakan ini langkah awal yang indah bagiku untuk berkecimpung dalam dunia ini. InsyaAllah.

****


Aku melirik mesra setumpukan kertas yang selama satu semester ini ku tulis dengan sepenuh hati -terkadang-. Aku mulai memikirkan untuk meminta pertolongan ke warung sebelah, siapa tahu ada kardus bekas yang bisa kugunakan untuk memuseumkan mereka. Ya, solusi bagus.

****

Aku melirik seru pada gantungan baju yang bertengger di dinding kamar. Mungkin aku bisa segera berkemas.

****

Aku pulang. Dan akan kembali semester depan.
Bismillahirrahmanirrahim.

Salam absurd.